Semoga Semua Informasi Yang Tercantum Dalam Blog Ini Bisa Bermanfaat Bagi Kita Semua
Tampilkan postingan dengan label Tips Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Hidup. Tampilkan semua postingan
0

6 Kiat Berdiskusi Seks dengan Anak Remaja

| Author: DistroBandung
Orangtua semestinya menjadi tempat bertanya bagi anak-anak, termasuk urusan seks. Edukasi seks di rumah punya peran penting untuk mencegah perilaku seksual pada anak-anak. Jangan hanya bergantung pada sekolah atau lembaga pendidikan di luar rumah untuk mendiskusikan seks. Segera singkirkan kesungkanan atau kejanggalan saat bicara seks, karena edukasi adalah juga tanggung jawab orangtua.  

Ciptakan kesempatan
Seks adalah topik yang sulit dihindari, karena isu ini bertebaran di mana saja, melalui pemberitaan di media, acara hiburan ataupun iklan yang muncul hanya sekian menit saja. Meski terkesan mudah sekali membuka pembicaraan seputar seks, namun orangtua dan remaja acapkali sulit memulai obrolan. Agar obrolan seks mengalir lancar, jangan tunggu momen, namun ciptakanlah kesempatan. Anda bisa mengadopsi cara ini:
 
* Menangkap peluang
Saat Anda dan anak remaja sedang menonton program televisi, yang membahas isu seks bertanggung jawab, angkat topik ini dalam obrolan ringan saat itu juga. Ajak anak remaja Anda berdiskusi, minta pendapatnya. Berbagai kesempatan setiap harinya sangat berharga. Anda bisa memulai diskusi ringan sambil mengendarai mobil, berberes rumah, atau saat memasak di dapur bersama si ABG. Kapan pun Anda dan anak remaja sedang bersama, tangkap peluang emas ini untuk mendiskusikan seks secara lebih cair. 

* Bersikap jujur
Anda tak perlu berlagak seperti pakar seks. Jika Anda merasa canggung, katakan saja. Namun juga jelaskan bagaimanapun canggungnya pembicaraan tersebut, Anda dan anak remaja tetap perlu mendiskusikan topik seks ini. Jujur juga diperlukan saat Anda tak menemukan jawaban atas pertanyaan anak remaja Anda. Katakan sejujurnya Anda belum tahu jawaban saat itu, dan ajak anak untuk mencari jawaban bersama. 

* Tak perlu basa-basi
Ciptakan diskusi terbuka, tak perlu menggunakan bahasa ambigu atau berbasa-basi. Ungkapkan bagaimana pendapat Anda tentang isu spesifik seperti seks oral atau senggama. Utarakan berbagai risiko perilaku seksual, seperti gangguan emosional, penyakit seks menular, atau kehamilan yang tak terencana.

* Hargai pendapat anak Anda
Bersikap menggurui anak saat mendiskusikan isu tertentu takkan berhasil. Anda perlu menyiapkan telinga selebar-lebarnya untuk mendengarkan pendapat anak Anda. Pahami perasaan anak Anda, begitu juga dengan rasa ingin tahu dan minatnya. Dengarkan lebih sering apa yang menurut anak Anda lebih menarik untuk dibahas seputar seks. Biarkanlah pembicaraan mengalir apa adanya.

* Jangan hanya bicara fakta
Momen baik untuk mendiskusikan seks perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan hanya bicara fakta soal seks. Anda juga perlu mengaitkan isu seks dengan nilai moral. Diskusikan juga seputar etika hingga nilai-nilai keyakinan atau religi. Ajak anak berbagi pendapatnya soal nilai moral.

* Membuka diri
Munculkan kesan kepada anak bahwa Anda selalu terbuka untuk diajak bicara soal seks. Ucapkan penghargaan atas usaha anak untuk bertanya. Katakan bahwa Anda senang dan menghargai pendapat atau pertanyaannya dan senang karena ia mau membicarakan seks dengan Anda.

Langkah preventif dari orangtua
Anak remaja bisa saja melakukan aktivitas seksual layaknya orang dewasa, namun hal ini bisa dihindari dengan langkah preventif Anda sebagai orangtuanya. Berikan dukungan kepada anak dengan bersikap terbuka. Selalu ciptakan kesempatan untuk berbicara dengan jujur dan dari hati ke hati. Jika anak tak merasa atau tak terlihat tertarik membincangkan seks dengan Anda, katakan saja secukupnya dengan melihat situasi dan kondisi. Katakan yang ingin Anda katakan, dengan memancingnya melalui berbagai kasus yang muncul di pemberitaan misalnya. Meski anak bersikap pasif, setidaknya ia mendengarkan Anda bicara dan merekamnya. Langkah ini bisa menjadi salah satu cara mencegah anak dari perilaku seksual tak bertanggung jawab. Selalu jalin komunikasi dengan anak Anda, kapan saja dan di mana saja.
 
Baca juga artikel lainnya DISINI
 
source : http://female.kompas.com
Share |
0

5 Cara Agar Lebih Optimistis

| Author: DistroBandung
Rasa optimistis memang tidak datang begitu saja. Apalagi jika setiap hari Anda selalu mengeluh dan tidak berusaha untuk memunculkan pikiran positif. Jangan biarkan terperangkan dalam rasa pesimistis, dan sebaliknya tumbuhkan optimisme dengan lima cara berikut.

- Perspektif masalah
Orang pesimistis memandang suatu masalah dari kacamata permanen dan berlebihan. Padahal, tidak ada masalah yang tidak akan selesai. Lagipula, sebagian besar masalah tidak bersifat permanen dan rasa pesimistis membuat Anda melupakan hal itu.

"Tipikal pribadi yang optimistis adalah melihat situasi buruk hanya bersifat sementara. Masalah dianggapnya bersifat isolasi, yaitu satu masalah tidak akan berdampak buruk pada aspek kehidupan lainnya," kata Michael Rooke, pelatih bisnis dari AttitudeWorks, Australia, seperti dikutip dari au.lifestyle.yahoo.com.

- Gunakan bahasa tepat
Sifat pesimistis cenderung membuat seseorang memilih kata yang hiperbola saat menghadapi masalah kecil. Seperti saat terjebak macet, Anda menyebutnya sebagai neraka atau mungkin bencana. Pemilihan kata ini akan membuat pikiran makin stres. Untuk lebih merasa optimistis, coba pilihlah kata yang sesuai dengan keadaan untuk menggambarkan permasalahan yang dihadapi. Bukan dengan penggambaran yang berlebihan.

- Lupakan dan maafkan
Bisa memaafkan adalah jalan pintas untuk mendapat kebahagiaan. Itu menurut psikolog asal Australia, Dr. Anna-Marie Taylor. "Penting untuk diingat bahwa memaafkan adalah keterampilan yang harus dipelajari dan itu didasarkan pada cara Anda berpikir, bukan bagaimana Anda merasa," kata Taylor.

Sulit memaafkan dan menyimpan dendam hanya akan berdampak buruk pada jiwa dan pikiran Anda. Bukannya malah menyakiti orang lain, tapi yang pasti Anda menyakiti diri sendiri.

- Istirahat

Rasa pesimistis sering muncul karena rasa perfeksionis yang sangat tinggi. "Kesempurnaan adalah negatif dan tidak rasional. Tak ada yang salah dengan keinginan untuk melakukan yang terbaik, tapi Anda tidak akan pernah mendapat yang diinginkan jika yang dicari adalah kesempurnaan," kata Rooke.

Akuilah jika Anda telah mencapai sesuatu, bukan hanya ketika Anda belum mencapai yang diinginkan. 

- Bersyukur
Bersyukurlah setiap hari untuk apa yang Anda dapatkan. Mulai dari udara yang Anda hirup, nyamannya bantal untuk tidur dan keluarga yang dimiliki. Ini akan membuat Anda lebih optimistis dan merasa bahagia.

Dr. Taylor bahkan merekomendasikan membuat "jurnal bersyukur". Ini semacam catatan yang berisi hal-hal yang Anda dapatkan setiap harinya dan membuat bahagia. Tuliskan dalm sebuah catatan menjelang tidur, ini akan seperti catatan berisi hal-hal positif dalam hidup Anda.

Baca juga artikel lainnya disini
VIVAnews
Share |
0

Hindari Konflik Pernikahan Karena Kesuksesan Karir

| Author: DistroBandung
Kesuksesan karir bisa menjadi bumerang bagi pernikahan Anda. Perbedaan pendapatan yang terlalu signifikan bisa berbahaya bagi rumah tangga.

Pria identik dengan perannya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab akan rumah tangganya. Saat sang istri memiliki pendapatan yang lebih maka bisa jadi si pria menjadi kecil hati. Apalagi dalam hal finansial, sang istri justru memiliki peran yang lebih.

Namun bukan berarti masalah ini tak bisa diselesaikan. Anda tak perlu mengorbankan seluruh kesuksesan karir Anda untuk mendapatkan kebahagiaan rumah tangga. Ada cara khusus yang bisa membuat Adda mendapat kesuksesan baik di karir maupun rumah tangga, seperti yang dikutip dari Sheknows berikut ini.

Jangan mempermasalahkan pendapatan
Jika memang Anda dan pasangan Anda dan pasangan tak pernah menganggap perbedaan pendapatan adalah suatu masalah, maka otomatis juga tak akan ada konflik yang timbul karena hal tersebut.

Membuat keputusan pengaturan keuangan bersama
Memiliki pendapatan yang lebih besar tak lantas membuat keputusan Anda menjadi absolut. Tetap posisikan diri Anda dan pasangan sejajar saat membicarakan masalah keuangan. Dengan ini, suami tak akan merasa direndahkan.

Jangan gunakan pendapatan sebagai senjata
Saat Anda dan pasangan tengah dilanda masalah, jangan gunakan kesuksesan Anda sebagai senjata untuk menyerangnya. Sekali saja Anda melakukan itu, maka selamanya suami Anda akan menganggap kesuksesan Anda sebagai bahaya laten.

Jangan membiayainya
Sesulit apapun keadaan finansial suami, jangan sampai menyakiti hatinya. Mungkin maksud Anda baik saat memberikan 'gaji' padanya. Namun hal tersebut justru membuat kepercayaan dirinya semakin hancur. Jangan lakukan apapun, kecuali ia memang meminta bantuan Anda.

Hargai kontribusinya

Sekecil apapun kontribusinya dalam membiayai rumah tangga, jangan sampai Anda merendahkannya. Ingat, Anda juga memiliki peran sebagai istri yang baik, Jangan biarkan kesombongan akan kesuksesan Anda membuat suami merasa tidak dihargai.

source : http://www.wolipop.com
Share |

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

free counters

Free Hit Counters

SEO Stats powered by MyPagerank.Net